Meski statusku ikut Nenek dan Bu dhe ku, sebab ke dua orang tuaku merantau ke luar jawa, tapi terutama aku sangat dekat dengan Mbak Sekar. Tak ada yang istimewa, seperti bayanganku semula, di mana kupikir, pasti agak aneh dan.. Bokep indo Rupanya, hilang juga kesabarannya, dan ia tak mau lagi mencoba menangkapku. Meski sangat terbuka kesempatan itu, tapi aku tidak serta merta berani ‘menguliti’ Nenek. Sebetulnya, aku sudah tahu rencana Nenek yang hendak pergi ke Semarang untuk menengok salah satu cucunya yang ada di kota itu. Aku memang masih tidur dengan nenekku, di ranjang besar terbuat dari kayu jati yang sudah tampak usang. Kalau sudah begitu, biasanya, aku akan langsung mencak-mencak membela Mbak Sekar. Aku tersenyum kecut, penuh rasa takut campur malu, saat suara nenek menggelegar memecahkan keheningan suasana. Lagi-lagi tangan keriput itu menelusup di balik kain Kemben [sejenis assesoris pakaian adat jawa-pen], yang ternyata telah di longgarkan ikatannya, sehingga dengan mudahnya, tangan Nenek keluar masuk di sekitar pangkal pahanya. Untungnya suasana sangat mendukung hingga semua penghuni rumah tak mengganggu kami lagi.















