Masuk angin?, ia mengangguk lemah. Bokep jepang Siang ini memang pikiranku tengah galau, mengenang peristiwa tadi malam dan pagi hari ini.Aku tinggal menumpang mertua di sebuah rumah sederhana di kampung perbatasan jakarta. “ehmm…kalau gitu saya kompres aja ya bu”, tawarku…”gak usah repot…”, belum usai kalimatnya aku sudah setengah berlari ke dapur, mengambil handuk kecil dan baskom kecil lalu menuangkan air hangat ke dalamnya.Ibu sudah terbaring di kamar ketika aku masuk. Aku tengah lesehan di atas tikar lusuh menonton TV ketika tiba-tiba ibu mertua tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya menuju kamar mandi , lalu terdengar suara seperti orang muntah. Dengan terburu-buru kurapikan kain kemben ibu, dan bergegas keluar kamar. Aku mengambil kursi kayu lalu duduk disampingnya, meremas handuk dan mulai secara lembut mengusap wajahnya. Aku bergegas menuju dapur, mencari piring kecil alas gelas dan menumpahkan sedikit minyak goreng, tinggal 1 koin seratusan lama yang kebetulan aku masih menyimpan beberapa. “Ibu kalau capek, baring aja”, pintaku dan ibu menuruti dengan berbaring tengkurap sehingga aku bisa melanjutkan mengeroki punggung mulusnya itu, yang tampak berkilauan terkena sinar redup lampu kamar, belang-belang merah bekas kerokan tak bisa menghilangkan keindahannya. “Ibu jadi gak enak nih Den, jadi ngerepotin kamu”, katanya. Siang ini memang pikiranku tengah galau, mengenang peristiwa tadi malam dan pagi hari ini.Aku tinggal menumpang mertua di sebuah rumah















