Kami sempat melihat dia keluar kamar mandi sambil tubuh masih dibalut handuk, dan segera menyediakan minum temanku. Terimakasih Ratna. Bokep jepang Desahan dan erangan Ratna membuatku tambah semangat. “Pak kita mau kemana?”tanya pembantuku heran.”Bi..udah masuk aja, aku agak pegel-pegel, tolong pijetin bentar ya..” kataku sambil membuka pintu kamar. Dari ceritanya, Ratna adalah seorang janda beranak satu, cerai dengan suaminya karena tidak tahan dengan suaminya yang bersikap keras. “Sepi banget, kemana bini lu?”tanya Fery. Adit rupanya sedang mencari sesuatu dalam tasnya dan mengeluarkan HP kamera S*nyericson yang baru dibeli. “Bro.., sexy juga pembantu lo, sapa namanya?”tanya Fery. Atau nanti aja deh saya anter, bareng saya keluar. Sejam lebih kami bercerita, tiba-tiba Ratna datang:”Pak, saya ijin mau keluar dulu, mau belanja keperluan rumah.” “Kemana, jauh gak? Sementara Fery jonggok dibelakang Ratna sambil menciumi pantat mungil pembantuku. “Lagi ada urusan ke Surabaya.”jawabku. Aku duduk di ruang tamu sambil baca koran. Tak kuat menahan sisa geli dariku, Ratna masih lemas dan rebah didada Fery. Dari ceritanya, Ratna adalah seorang janda beranak satu, cerai dengan suaminya karena tidak tahan dengan suaminya yang bersikap keras. Tak ada perbedaan diantara kami, pembantu dan majikan tidur bersama satu ranjang, bersenda gurau…Hingga esok paginya. Dua temanku datang, Adit dan Fery, teman kampus yang sampai sekarang masih sering jalan bareng.”Halo pagi bro” sapa















