“…Om juga sekalian mau ngomongin kejadian di hotel beberapa hari lalu”.Oh Tuhan akhirnya dirinya harus menghadapi pembicaraan tentang kejadian itu, Cinta membatin. “Udah seneng? Bokep indo Rupanya malam itu suasana cukup ramai, tidak seperti hari-hari biasa. Semua gerakan itu sengaja ia lakukan dengan pelan dan perlahan. Cinta terdiam sejenak untuk berpikir. Om Rudi melepaskan jabatan tangan mereka. “Oke..”. Sebuah hal yang biasa bagi Cinta, sehingga ia terlihat tidak terlalu terganggu karenanya.Cinta mengalihkannya pandangan dari layar smart phone yang dipegangnya. “Rekomendasi temen, gak enak kalo gak dicoba hahaha”. “…Ja-jadi semua kebaikan yang Om tawarin tadi cuma karena ini?”. Pasca masuk ke dalam kamar tak banyak yang bisa diceritakan. Profesi ini sudah ia jalani cukup lama, hampir sejak awal ia mulai menyandang gelar sebagai mahasiswi. Laki-laki itu duduk di pojokan. Jadi kini bola panas kembali berada di pihak Cinta.“Oke minum dulu jusmu, ntar kita mampir ke *** biar kamu pilih sendiri yang kamu mau”, Om Ridwan menyebut salah satu mall khusus barang-barang elektronik terbesar di kota itu. Untungnya mereka bisa kompak bersandiwara untuk berpura-pura tidak saling mengenal. Untungnya mereka bisa kompak bersandiwara untuk berpura-pura tidak saling mengenal. Laki-laki itu sepertinya hampir sebaya dengan Om Rudi. “Ya tapi Om juga harus tahu judul dan kerangka skripsi yang kamu susun, biar Om bisa jelasin ke temen Om















