Suasana yang dingin, jadi pemicu kedekatanku dengan Evi. Aku lihat wajah Evi sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam. Bokep jepang Tidak terasa sudah jam 7 malam saat Evi mengajakku untuk nonton The beach. Dadaku bergemuruh kencang hingga sulit untuk menelan ludah. Tiapun tidak mau kehilangan moment, selama perjalanan pulang, Tia mendekap erat tubuhku dan menempelkan dagunya dipundakku sambil sesekali mengkomentari indahnya pemandangan sepanjang perjalanan.Sambil mencuri-curi kesempatan,Bibirnya pun tak henti-hentinya merayu dan menciumi pipiku seolah tidak meghiraukan Evi yang terbakar api cemburu. Hingga yang terakhir bra hitampun terlepas.Tak henti-hentinya Evi memandangi payudaraku yang terbilang lumayan besar. Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. Hingga yang terakhir bra hitampun terlepas.Tak henti-hentinya Evi memandangi payudaraku yang terbilang lumayan besar. Dari awal kedekatanku dengan Tia ini yang membuat perasaan kami berbeda, karena tidak bisa sedetikpun kami berpisah. Tapi aku juga tidak bisa lepas dari dekapan Tia. kemudian Tia berenang bersama teman-teman yang lain. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai menyapu wajahnya yang lembut.Libur 2 hari serasa hanya 1 menit kami rasakan.Belum puas rasanya menikmati hari liburku yang bisa aku lewatkan bersama 2 gadis cantik..betapa konyolnya aku!!!Saat pulang ke Cirebon, aku duduk dibangku paling bekalang bersama Tia, Evi dan Nana.















