Dalam perjalanan, aku mengingat ingat kejadian pagi ini, dan membayangkan besok aku harus melayani mereka bertiga lagi karena kokoku kuliah pagi sampai siang. Bokepviral Dan cukup keras untuk membuat aku serasa melayang ke awang awing. “Non, kakaknya non sudah pulang. “Oooh… mem*knya non Eliza ini…. Wawan cengengesan dan berkata, “tenang Non, liat ini jam berapa? Sempat kulihat jam, ternyata sudah jam 09:30. Aku dengan sedikit malu, mengangguk pelan, dan pak Arifin mulai menyuapiku dengan lembut seperti menyuapi anaknya yang sedang sakit. “Tapi bukan gini caranya Wan! Aku langsung sadar, teringat kemarin memang aku menjanjikan hal ini. Aku sudah tak merasa lapar lagi setelah sarapan sperma dan cairan cintaku sendiri. Selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku sambil memastikan tak ada tanda tanda aku baru saja bermain sex dengan mereka. Benar benar edan! harus… sekolah….”. “Lho Non Eliza, katanya mulai kemarin saya boleh menikmati Non?” tanya Wawan memprotesku. Dentang grandfather clock dari dalam ruang tamu di rumahku menunjukkan sekarang ini adalah jam 09:00! Sedikit beda dari kemarin, sekarang gilirannya Suwito, yang sudah mengambil posisi di selangkanganku, dan segera membenamkan penisnya ke dalam vaginaku yang masih sangat basah oleh cairan cintaku dan sperma Wawan.Aku hanya bisa menggeliat pasrah dibawah tindihan Suwito, yang dengan penuh semangat menggenjotku sepuas puasnya. Mereka bertiga akhirnya duduk mengatur nafas mereka yang















