Kami berputar-
putar di Tunjungan Plaza, makan di
sebuah restoran sea food sampai
kenyang lalu kembali lagi ke tempat
kos Yeyen. Bokep india “Gilaa..”, pikirku, lama sekali mereka
begituan. Dan juga
melihat gerakan Yeyen yang
kelihatannya sudah “professional”
dan ciuman-ciumannya yang ganas
seperti di film BF, sepertinya Yeyen ini
bukan pertama kalinya making love. Di luar, aku duduk-duduk saja di
ruang tamu sambil ngobrol dengan
Lenny dan teman-temannya yang
kebetulan ciban semua. Eh, tiba-tiba Mas Zani
nyeletuk, “Don.., kasih waktu 5
menit, dong..?”
Aku sudah mulai merasakan gelagat
kurang baik dari pasangan itu. Yeyen
menciuminya kadang cepat, lalu
lambat, cepat lagi, memang
sepertinya begitu style anak yang
satu ini. Tubuhku rasanya
nikmat sekali beberapa saat, lalu
terasa lemas dan sepertinya aku
merasa bersalah telah
melakukannya. Lenny bertubuh lebih pendek dari
Yeyen, lebih coklat kulitnya, dan
bodinya lebih langsing, cuma
sayangnya payudara dan pantatnya
juga lebih “tidak menantang”
dibandingkan Yeyen. Mas Zani asyik
ngobrol dengan Yeyen, sedangkan
Lenny yang kelihatannya dicuekin
mulai kuajak ngobrol. Ternyata
dia baru kenal Yeyen dua minggu,
dan pertemuan pertamanya di kolam
renang. Lalu.., “aahh..”, Aku orgasme,
spermaku semuanya terjatuh di
lantai kamar mandi. Ternyata
ceweknya ini kost cuma sekitar 300
meter dari rumah Mas Zani. “Ehmm.., Ehmm..” Mungkin sekitar 5
menit Yeyen mengulum kemaluan
Mas Zani, ternyata selama itu juga
dia belum keluar sama sekali, Yeyen
bilang, “Zan.., sekarang giliran kamu
yach?” Mas Zani cuma tersenyum,
lalu dia bangkit sambil melepaskan
celana panjang dan celana dalamnya,
sedangkan Yeyen sekarang yang
ganti tiduran, lalu memejamkan
mata. Mas Zani ketika itu
mengenakan T-Shirt yang di bagian
kerahnya cuma ada dua kancing, so
karena Mas















