Dia kuminta duduk dipangkuanku dengan posisi berhadap-hadapan. Bode mengisayaratkan aku dan dia ngomong sambil berbisik bahwa cewek ini kasih uang taksi aja biar pulang sendiri. Bokep live Bode bilang, sebentara lagi tuh cewek di depan kita bakal ngelihat kita. Apa yang diomongi, aneh juga. Dia diam saja. Kami membersihkan diri lalu berpakaian, dan keluar dari kamar mandi. Aku melihat dari kejauhan dan sepertinya mereka bercakap-cakap. Kemaluannya aku remas-remas dari luar celana dalamnya. Aku tahu Bode tidak bisa bermain kalau ditonton, atau ada pasangan lain main di sebelahnya. Lututku terasa lemas sehingga aku mencari tempat untuk duduk di pinggir bak mandi. Aku berpikir, mungkin di jalan raya ini mobil dilarang stop.Sementara aku sibuk mencari-cari dimana tempat taxi shelter, si Bode sibuk pula menyapu pandangan ke orang yang lalu lalang. Lagi aku bingung sambil menyulut rokok, eh dia malah minta rokokku. Pada waktu itu, dolar AS masih Rp 2.400. Tapi karena udah kebelet banget, akhirnya dengan bahasa isyarat aku menggenggam kedua tanganku dengan jari telunjuk mengacung lalu kuletakkan di depan kemaluan.Si mbak ternyata ngerti, dia tersenyum lalu menunjuk ke satu arah. Karena kerja keras Bode dan berhasil memasukkan cewek ke kamar, maka dia yang berhak memilih pasangannya.















