“Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Bokep indo viral Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Katanya mau jadi isteri shalihah? Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga.















