Dia membawa makanan lagi untukku. Bokep indo Malah jadi semakin horni karena pak Jun yang terus menggerepe dan mengajakku berciuman.“Oke… saya rasa sudah cukup, kerja bagus Mita… hahaha” suruh pak Jun kemudian. Menyeramkan. Dikelilingi orang-orang dengan obsesi mengerikan. Cukup lama tanggannya berada di leherku seperti mencekik, aku pikir aku akan dibunuhnya dengan cara dicekik, tapi ternyata dia tidak benar-benar mencekikku. Aku dibuat penasaran rasanya jika dibunuh oleh mereka untuk dijadikan makanan. “Cantik banget kamu… putih mulus…” ucapnya sambil membelai tubuhku. Aku menggeleng ketakutan, dia tertawa. Ini pertama kalinya ada benda yang memasuki lubang anusku. Pak Jun dan teman-temannyapun tertawa.“Duh, pokoknya sebelum dibunuh besok, gue harus entotin nih cewek” ucap salah satu temannya.“Iya, gue juga…”“Gue juga…” ucap teman-temannya yang lain. Tiap kali aku mencoba memejamkan mata pipiku ditampar olehnya.“Ayo lihat!” Bentaknya. Perasaanku kembali campur aduk. Tidak ada jendela dan cahaya dari luar. Memikirkan itu aku jadi tidak bisa tidur. ‘Lari!!!’Aku ketakutan! Dikelilingi orang-orang dengan obsesi mengerikan. Aku menikmati, bahkan sampai orgasme berkali-kali. Tapi aku merasa belum puas. Hihihi”“Iya… pasti terjamin enaknya…” Pak Jun kemudian mengelus lenganku “Tuh, mulus banget kulit kamu, kulit kamu kenyal, pasti dagingnya juga empuk…”“Hihihi, pak Jun nakal pegang-pegang…”“Hahaha… Kamu itu gemesin banget Mita… jangan sampai aku bunuh kamu sekarang lho… hahaha”“Hihihi, kenapa pak? Dasar orang-orang biadab. Tampak darah mengucur deras















