Aku heran dan menduga duga ke mana ia mau membawaku, sambil mulai memperhatikan keadaanku. Bokep live Dan cukup keras untuk membuat aku serasa melayang ke awang awing. Apalagi Wawan dan Suwito ikut menyusu pada payudaraku dengan remasan remasan kecil. Suapan demi suapan cairan yang gurih dan nikmat ini membuat aku tak begitu lapar lagi meskipun aku ingat aku belum makan pagi. Seperti biasanya, pak Arifin menawarkan diri untuk mengantarku, tapi kutolak halus karena aku ingin menyetir mobil sendiri. Lalu aku menyisir rambutku rapi, dan duduk manis di ranjangku. Betisku melejang lejang, pinggangku tertekuk ke belakang ketika aku menikmati orgasmeku dengan total. Kembali aku merasakan sperma yang bercampur cairan cinta. Wawan cengengesan dan berkata, “tenang Non, liat ini jam berapa? Dan aku segera masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhku dari keringatku dan keringat 3 orang tadi, juga vaginaku kucuci bersih, hingga terasa kesat. Aku menghela nafas panjang, lalu berkata “Ya sudah, cepat lanjutkan. Pak Arifin masih memainkan rambutku, yang menurutnya sangat indah. Oh… entahlah, mungkin sudah sejam kali aku digenjot Wawan, kalau ditambah dengan waktu aku masih tertidur. Tapi celana panjangku dan celana dalamku tidak ada, dan sempat aku melihat dari pintu kamarku ketika Wawan membawa tubuhku keluar, kutemukan kedua benda itu tergeletak di lantai kamarku.















